ASYIKNYA BELAJAR DRAMA

07.10.00


Apa itu drama?
Drama yaitu karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku (akting) yang dipentaskan.

Istilah drama sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Banyak istilah-istilah yang kita kenal dan pengertiannya hampir sama satu sama lain. Berikut istilah-istilah yang merujuk pada pengertian drama tradisional masyarakat:
   §  Sandiwara
Istilah ini diciptakan oleh Mangkunegara VII. Berasal dari bahasa Jawa sandhi yang berarti ‘rahasia’ dan warah yang berarti ‘pengajaran’. Oleh Ki Hajar Dewantara, istilah sandiwara sebagai pengajaran yang dilakukan dengan perlambang atau secara tidak langsung.   
   §   Lakon
Lakon memiliki beberapa arti, yaitu (1) Cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film; (2) Karangan yang berupa cerita sandiwara, dan (3) Perbuatan, kejadian, peristiwa.  
   §  Tonil
Istilah tonil berasal dari bahasa Belanda toneel, yang berarti ‘pertunjukkan’. Istilah ini populer pada masa penjajahan Belanda. 
   §  Sendratari
Sendratari merupakan kepanjangan dari Seni drama dan tari. Sendratari berarti pertunjukkan serangkaian tari-tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita dengan tanpa menggunakan percakapan
   §  Tablo
Tablo merupakan drama yang menampilkan kisah dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.

Apa saja struktur dalam drama?
Drama tersusun dalam tiga struktur, yaitu
   ¤  Prolog
Prolog adalah bagian pengantar dari sebuah naskah/cerita drama. Prolog biasanya digunakan untuk menceritakan keadaan atau gambaran secara umum dari sebuah cerita.
   ¤  Dialog
Dialog adalah komunikasi antartokoh atau pemain yang terjadi dalam sebuah drama. Umumnya dilakukan oleh dua orang atau lebih.
   ¤  Epilog
Epilog adalah bagian penutup dari sebuah naskah/cerita drama. Biasanya berisi kesimpulan atau pesan yang bisa diambil dari cerita drama tersebut.

Apa unsur-unsur yang terdapat dalam drama?
Selain tema dan amanat, drama juga dibentuk oleh unsur-unsur seperti: alur, penokohan, latar, dan unsur-unsur lainnya. Berikut penjelasan mengenai unsur-unsur tersebut:
   q  Tema
Ide pokok cerita atau gagasan.
   q  Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian 1) orientasi; 2) konflik awal; 3) klimaks; 4) antiklimaks; dan 5) resolusi
   q  Penokohan
Berdasarkan perannya, tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh pembantu.
Berdasarkan perwatakannya, tokoh terdiri atas empat macam, yaitu tokoh berkembang, tokoh pembantu, tokoh statis, dan tokoh serbabisa.
   q  Dialog
Ada tiga elemen dalam dialog, antara lain:
1)      Tokoh adalah pelaku yang mempunyai peran yang lebih dibandingkan pelaku-pelaku lain, sifatnya protagonis atau antagonis.
2)      Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.
3)      Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Biasanya dituliskan dalam tanda kurung atau cetak miring.
   q  Latar
Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu.Dalam pementasan, latar dapat dinyatakan dalam tata panggung atau tata cahaya.
   q  Bahasa
Bahasa merupakan media komunikasi antartokoh. Bahasa bisa menggambarkan watak tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.
   q  Amanat
Pesan yang terkandung dalam drama.

Apabila disajikan dalam bentuk pementasan, drama memiliki unsur lainnya, yakni sarana pementasan, seperti panggung, kostum, pencahayaan, dan tata suara.



Sumber:
Buku siswa bahasa Indonesia Kelas 8
https://santaidamai.com/pengertian-drama/ 

You Might Also Like

0 komentar