mungkin yang ada dipikiran kalian, 3 serangkai itu Suwardi Suryaningrat, Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. tebakan kalian salah. 3 serangkai disini adalah Siti Zubaidah, Yela Putu Puspita Dewi, dan Zulinda Evy Inayati. aku sendiri jadi Zulinda, tokoh paling uyik, konyol, freak, dan adik dari 2 orang di atas.
3 Serangkai itu tempatnya 3 anak manusia yang bernama Dewi, Siti, dan Linda curhat, bercanda, belajar, seru-seruan, pokoknya semua bisa dilakuin. mending kenalan yuk sama mereka.
Dewi
Hobiku itu sebenarnya random. Iya random. Kadang hobi nge-game, mungkin kita bertiga emang jodoh, jadi sama-sama punya hobi ndengerin music, kalau lagi bener ya hobi belajar, dan hobi yang paling parah adalah hobi tidur.
3 Serangkai itu tempatnya 3 anak manusia yang bernama Dewi, Siti, dan Linda curhat, bercanda, belajar, seru-seruan, pokoknya semua bisa dilakuin. mending kenalan yuk sama mereka.
Dewi
Dewi,
Yela Putu Puspita Dewi. Orang yang agak aneh dan ini yang buat persahabatan kita aneh juga. Dia lebih suka hal-hal yang orang lain gak suka. Dia punya ideology
sendiri. Guru-guru aja dia anggap teman, diejek lah, diajak bercanda lah,
inilah itulah, ya itu Dewi anak yang ajaib. Tokoh idolanya Edward Anthony
Cullens. Tahu kan siapa dia? iya, pemain film Twilight. Entah dari mana dia
bisa ngefans sama Edward, ganteng? Kayaknya sih enggak. hobi ? hobinya
itu masak, iya masak (maklum nulisnya sambil kebayang stand up-nya Dodit
Mulyanto). Hobinya itu masak, jadi jangan heran kalau badannya … (isi sendiri).
Karena hobinya itu, dia tahu banget sama bahan-bahan masakan. Untung banget itu
embahnya, dititipin cucu yang bisa bantuin dia masak, uhhukk. Gak cuma masak
sih, banyak lagi hobinya, baca-baca buku, padahal classmeeting basket, tapi baca
buku penemuan -_- ada lagi nih hobinya, dengerin music. Satu playlist 100 lagu diputer sekaligus saking hobinya. makan udah, baca udah,
dengerin music udah,, lagi satu, nari, mungkin karna keturunan Bali yang banyak
tariannya fenomenal itu kali ya jadi hobi, atau apa? ah bodo amat. Prestasinya
di bidang tari, banyak lomba-lomba yang gak kehitung. Dewi juga tertarik pada bidang
biologi, mungkin juga astronomi. Jadi kalau lagi ngomongin biologi sama doi,
jangan sok tahu karena doi lebih tahu. Dia pernah ikut OSN dan kepengen banget
lolos, tapi Tuhan berkehendak lain, dia nggak lolos. Tapi aku yakin, walau dia nggak
lolos OSN, dia pasti lebih sukses daripada yang lolos OSN itu. Yakin banget.
Ada yang lucu waktu Dewi lahir, dia
lahirnya sungsang dan gak nangis. Kebayang nggak, bayi lahir nggak nangis?
untung bidannya belum ngucap Innalillahi, Karena bayi Dewi nggak nangis, terus pantatnya
Dewi ditabok. Waktu lahirnya Dewi, dibarengi jatuhnya meteor di danau antah
berantah, amazing.
Siti
Siti
Zubaidah. Orangnya lebih baik diam daripada banyak bicara yang gak perlu, tapi
kalo dia kumat ya, Linda yang jadi korban penyiksaannya. Pokoknya bahan penyiksaan Dewi sama Siti ya Linda.
Walaupun dia gak banyak bicara, tapi kalau udah gabung sama 3 serangkai
ya sama aja, berubah jadi orang yang gokil, konyol. Tapi dia baik, dia gak
egois. Pokoknya unyuk deh. Dia suka sama yang hitam, keras, cadas dan ngetrend.
Dia punya sifat yang
didambakan semua orang tua, ‘nurut sama orang tua’, ‘disiplin’. Kalau orang
tuanya bilang ‘enggak’ ya dia nggak ngelakuin, kalau orang tuanya bilang ‘iya’
ya dia lakuin. Good banget kan. Saking nurutnya, aku sampai dibanding-bandingin
sama doi. Nggak Cuma itu, orangnya tanggung jawab, pemaaf juga sih. Tapi yang
paling nyebelin dari doi adalah gampang bosen. Kalau lagi kaya gitu, dia
sering bikin keputusan-keputusan yang ngawur, nurut sama kemauannya sendiri. Aku
sampai marah-marah sendiri kalau dia lagi bosen. Tanya hobi? hobinya, hobinya nyiksa Linda. Hobinya sih ndengerin music.
Linda
Linda,
Zulinda Evy Inayati. It’s me. Keren kan namanya, kaya nama orang luar negeri,
haha. Katanya sih aku atau kakakku mau dikasih nama ‘Yolanda’ tapi ditentang
oleh Romo. Di bagian Siti, banyak disebut nama Linda, siapa sih Linda ?
Panggilannya Tikus NyingNying. Gak tahu deh, darimana asal usul Tikus
NyingNying itu. Dibanding sahabat-sahabatnya diatas aku yang paling telmi
dan jadi bahan penyiksaan mereka. Aku sendiri yang sifatnya masih
kekanak-kanakkan.
Hobiku itu sebenarnya random. Iya random. Kadang hobi nge-game, mungkin kita bertiga emang jodoh, jadi sama-sama punya hobi ndengerin music, kalau lagi bener ya hobi belajar, dan hobi yang paling parah adalah hobi tidur.
kenalannya udahan ya, mau kenal lebih jauh? bisa lewat twitter/facebook @Zei_zulinda dan Zulinda Evy @Sityblackflower dan Sity Hailrokenrose, Dewi nggak punya facebook/twitter :)
kita sebenarnya belum lama, kita bertiga baru kelas 5 SD. emm... bentar flashback dulu.
Flashback
dulu, hari minggu entah tanggal berapa kita janji buat bikin pudding coklat. semua barang yang kiranya berat/aku punya, aku yang sediain, lainnya Dewi sama Siti. aku lupa kenapa kita kepikiran buat pudding ini, seingat aku, kita bikin pudding karena baca buku masak yang ada di perpustakaan dan pudding coklat yang paling mudah, yaudah kita bikin pudding aja. jam berapa, aku lupa kita mulai membuat pudding. dari situ sudah mulai ada rasa kebersamaan diantara kita.
akhirnya, pudding pun jadi tinggal buat fla. kalian tahu gimana rasa flanya? duh... amis.
selesai ulangan akhir semester, udah nggak ada tugas lagi, jadi kita bebas di luar kelas. bertiga, kita ngumpet di UKS. di UKS kan ada 2 ruangan, kita masuk di ruangan yang dalam, ngumpet di bawah kasur, semua sisi-sisinya ditutup jadi nggak bakal ada yang tahu kalau ada kita di UKS, entah ngapain kita di situ. pernah sekali, waktu kita di bawah kasur, ada kakak kelas masuk dan duduk di atas kasur padahal ada kita di bawah, kita cuma bisa nahan tawa aja. untung waktu itu nggak kekunci dari luar-_-
akhirnya kita naik ke kelas 6. naik kelas bukan berarti 3 Serangkai pisah dong. mereka tetap ada, walau tempat duduknya nggak deket. tapi kita sering pindah tempat biar bertiga. kelas 6 itu puncaknya kita keseringan bertiga.
langsung ke detik-detik UN aja ya, biar cepet.
di SD ku dulu, SD 3 Pengasih, iya itu lho yang deket sawah. seminggu sebelum UN ada karantina, sebenarnya ada yang nggak setuju dengan adanya karantina. ada yang bilang, kalau ada karantina belajar terus malah jadi bosen dan yang paling parah, nggak setuju dengan adanya karantina karena nggak bisa main. kalau aku sih, oke oke aja*uhuuk. bentar-bentar, kenapa aku jadi ngebahas soal karantina? oke kembali ke topik.
waktu karantina, ya sama aja sih kita bertiga terus. tapi ada hal yang bersejarah, yaitu terciptanya nama 3 Serangkai. konyol memang. tapi bagiku itu bukan hal yang konyol. waktu makan malam, entah malam ke berapa, aku yang biasanya duduk di barisan paling kiri, ini gabung sama Siti & Dewi yang dari pagi bareng terus. eh, ada guru kelas kita nyamperin terus bilang 'wah iki 3 Serangkai, nandi-nandi cah telu'. mungkin speechless atau gimana, kita cuma diam tanpa kata, baru setelah Pak. Puji keluar kelas kita ngomong nggak jelas tentang kata 3 Serangkai.
hari-hari berikutnya juga makin ekstrim, kita bahkan nggak pernah main sama teman yang lain. saat teman-teman yang lain di ruang kelas 2(maklum kosong) 3 Serangkai malah di ruang kelas 3 yang memang disiapin buat kita istirahat nunggu jam buat mulai karantina, enak lho ada kasurnya.
karena waktu itu lagi pada seneng main rebana, jadi anak-anak main rebana sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas, tapi 3 serangkai nggak ikutan.
masih dalam suasana rebana. malam hari, setelah makan anak-anak nyiapin kursi panjang di tengah lapangan basket buat rebanaan tapi lagunya random. lagi-lagi 3 Serangkai nggak ikutan. kita cuma duduk di kursi panjang yang ada di depan kelas 1 sambil makan coklat roll yang merknya nggak bisa disebutin. waktu ada guru lewat di depan kita, kita disuruh gabung sama teman-teman yang lain, tapi kitanya nggak mau.
malam-malam terakhir, di tengah lapangan basket anak-anak cowok rebanaan random dan yang cewek main kereta-keretaan. muter lapangan basket sambil nyanyi-nyanyi, sekali-kali dikasih gerakan yang kalau aku inget gerakan itu ketawa sendiri. tapi kemana 3 Serangkai? oh mereka ada di kelas. sebenarnya aku sama siti mau banget gabung sama teman-teman yang lain, tapi Dewi gimana? di tetep nggak mau ikutan. yaudah, karena malam terakhir aku ikutan gabung sama yang lain. Dewi? dia belajar disaat teman-teman yang lain hura-hura. sebenarnya aku seneng banget, bisa nyanyi-nyanyi, lompat-lompat, lari-lari sama teman-teman, tapi di sisi lain aku kasian sama Dewi. sesekali aku ajak dia, tapi dia tetep nggak mau. ya sudah... karena malam terakhir aku gabung sama temen lain. buat Dewi, maaf ya buat malam itu aku ninggalin kamu.
selesai UN, kita bebas tugas. mau berangkat jam berapa aja bebas asal berangkat. mau ngapain aja bebas asal nggak ganggu adek kelas. dan kalian pikir selesai UN kita gabung sama yang lain gitu? nggak! yang lain di UKS 3 Serangkai di belakang UKS. muter-muter sekolah, ke perpus. dan setiap kali ketemu wali kelas, Dewi selalu disandera buat diintrogasi. aku sama siti? santai kita setia kawan, kita nunggu Dewi selesai diintrogasi. dari dulu, selalu gitu. pernah sekali, yang disandera bukan Dewi tapi Siti, gantian aku sama Dewi yang nunggu. ehm.. gimana ya ngomongnya, malu sih, err... kata Siti kita di cap 'jelek' soalnya nggak pernah gabung sama yang lain. semenjak itu kita sesekali gabung sama yang lain, walau cuman sebentar.
sekarang kita udah bukan anak SD lagi. kita udah SMP. tahu kan kalau SMP biasanya kelasnya nggak cuma 1. iya sih, aku sama siti 1 kelas tapi Dewi? dia ada di kelas yang jauh, jauh tempatnya, jauh juga levelnya, level 1 tempatnya anak-anak pinter.
kita sekarang udah kelas 9. makin sulit buat bikin agenda hangout. entah 16 Maret, ulang tahunku yang ke-15 besok, siapa yang akan menemani...
akhirnya kita naik ke kelas 6. naik kelas bukan berarti 3 Serangkai pisah dong. mereka tetap ada, walau tempat duduknya nggak deket. tapi kita sering pindah tempat biar bertiga. kelas 6 itu puncaknya kita keseringan bertiga.
langsung ke detik-detik UN aja ya, biar cepet.
di SD ku dulu, SD 3 Pengasih, iya itu lho yang deket sawah. seminggu sebelum UN ada karantina, sebenarnya ada yang nggak setuju dengan adanya karantina. ada yang bilang, kalau ada karantina belajar terus malah jadi bosen dan yang paling parah, nggak setuju dengan adanya karantina karena nggak bisa main. kalau aku sih, oke oke aja*uhuuk. bentar-bentar, kenapa aku jadi ngebahas soal karantina? oke kembali ke topik.
waktu karantina, ya sama aja sih kita bertiga terus. tapi ada hal yang bersejarah, yaitu terciptanya nama 3 Serangkai. konyol memang. tapi bagiku itu bukan hal yang konyol. waktu makan malam, entah malam ke berapa, aku yang biasanya duduk di barisan paling kiri, ini gabung sama Siti & Dewi yang dari pagi bareng terus. eh, ada guru kelas kita nyamperin terus bilang 'wah iki 3 Serangkai, nandi-nandi cah telu'. mungkin speechless atau gimana, kita cuma diam tanpa kata, baru setelah Pak. Puji keluar kelas kita ngomong nggak jelas tentang kata 3 Serangkai.
hari-hari berikutnya juga makin ekstrim, kita bahkan nggak pernah main sama teman yang lain. saat teman-teman yang lain di ruang kelas 2(maklum kosong) 3 Serangkai malah di ruang kelas 3 yang memang disiapin buat kita istirahat nunggu jam buat mulai karantina, enak lho ada kasurnya.
karena waktu itu lagi pada seneng main rebana, jadi anak-anak main rebana sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas, tapi 3 serangkai nggak ikutan.
masih dalam suasana rebana. malam hari, setelah makan anak-anak nyiapin kursi panjang di tengah lapangan basket buat rebanaan tapi lagunya random. lagi-lagi 3 Serangkai nggak ikutan. kita cuma duduk di kursi panjang yang ada di depan kelas 1 sambil makan coklat roll yang merknya nggak bisa disebutin. waktu ada guru lewat di depan kita, kita disuruh gabung sama teman-teman yang lain, tapi kitanya nggak mau.
malam-malam terakhir, di tengah lapangan basket anak-anak cowok rebanaan random dan yang cewek main kereta-keretaan. muter lapangan basket sambil nyanyi-nyanyi, sekali-kali dikasih gerakan yang kalau aku inget gerakan itu ketawa sendiri. tapi kemana 3 Serangkai? oh mereka ada di kelas. sebenarnya aku sama siti mau banget gabung sama teman-teman yang lain, tapi Dewi gimana? di tetep nggak mau ikutan. yaudah, karena malam terakhir aku ikutan gabung sama yang lain. Dewi? dia belajar disaat teman-teman yang lain hura-hura. sebenarnya aku seneng banget, bisa nyanyi-nyanyi, lompat-lompat, lari-lari sama teman-teman, tapi di sisi lain aku kasian sama Dewi. sesekali aku ajak dia, tapi dia tetep nggak mau. ya sudah... karena malam terakhir aku gabung sama temen lain. buat Dewi, maaf ya buat malam itu aku ninggalin kamu.
selesai UN, kita bebas tugas. mau berangkat jam berapa aja bebas asal berangkat. mau ngapain aja bebas asal nggak ganggu adek kelas. dan kalian pikir selesai UN kita gabung sama yang lain gitu? nggak! yang lain di UKS 3 Serangkai di belakang UKS. muter-muter sekolah, ke perpus. dan setiap kali ketemu wali kelas, Dewi selalu disandera buat diintrogasi. aku sama siti? santai kita setia kawan, kita nunggu Dewi selesai diintrogasi. dari dulu, selalu gitu. pernah sekali, yang disandera bukan Dewi tapi Siti, gantian aku sama Dewi yang nunggu. ehm.. gimana ya ngomongnya, malu sih, err... kata Siti kita di cap 'jelek' soalnya nggak pernah gabung sama yang lain. semenjak itu kita sesekali gabung sama yang lain, walau cuman sebentar.
sekarang kita udah bukan anak SD lagi. kita udah SMP. tahu kan kalau SMP biasanya kelasnya nggak cuma 1. iya sih, aku sama siti 1 kelas tapi Dewi? dia ada di kelas yang jauh, jauh tempatnya, jauh juga levelnya, level 1 tempatnya anak-anak pinter.
masa-masa SD itu nggak bisa terlupakan dalam memory-ku. walau waktu dengar kalimat 'masa-masa SD' itu aku sedikit illfeel, karena kalau dipikir masa SD itu masanya alay. tapi mau gimana lagi? masa SD itu masa-masa konyol bareng Dewi-Siti, sedih bareng, seneng bareng, makan mi ayam setiap minggu bareng*ehh? waktu SD, hangout mah setiap hari, mau kemana? oke, let's go! tapi sekarang? janjian buat hangout sulit banget. Dewi kan anak pinter, banyak kegiatan. sulit buat bikin plan. waktu aku ulang tahun yang ke-13 aku cuma sama Siti. yang ke-14? mengenaskan. sendiri tanpa ada yang menemani, soalnya itu hari minggu dan seninnya mid semester. kado sih ada. kado dari 3 Serangkai juga ada, malah kado ter-mengenaskan karena kadonya diisi daun-daun yang kalian tahu sendiri lah pasti daunnya lama-lama berair dan bau, terus ada rumput, bungkus kaldu, bawang merah, lah malah kayak mau bikin nasi goreng, ada permen juga, duhh. tapi kadonya bagus aku suka. kadonya coklat. aku suka coklat. tapi, kalau boleh milih, aku lebih milih bareng sama 3 Serangkai ketimbang sama kadonya. ya... gimana? percuma ada kado tapi nggak ada orangnya. rasanya itu sama aja. mending nggak usah ada kado kalau orangnya nggak ada. tapi, makasih deh buat coklatnya :)
kita sekarang udah kelas 9. makin sulit buat bikin agenda hangout. entah 16 Maret, ulang tahunku yang ke-15 besok, siapa yang akan menemani...
